Lulusan Pilot Terancam Menganggur, Mengapa?

Saat dilantik kelulusannya dari sekolah pilot, begitu bangga rasanya. Pendidikan selama kurang lebih satu tahun penuh telah dapat ditempuh dan dilalui dengan baik sehingga akhirnya mencapai tahap kelulusan. Namun tentu saja, pelantikan tersebut bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari sebuah perjuangan untuk mencapai karir di masa depan. Para lulusan sekolah pilot masih harus melamar pekerjaan di airline untuk mendapatkan posisi. Terkait dengan masalah peluang kerja, tahun-tahun lalu Indonesia selalu kekurangan pilot. Namun saat ini kerap terkabar bahwa lulusan pilot justru terancam menganggur. Benarkah demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak lebih lanjut uraian di bawah ini:

Lisensi tidak mendukung

Untuk dapat memenuhi kualifikasi airline, lisensi yang dipegang siswa pilot setelah lulus dari sekolah penerbangan setidaknya CPL (Commercial Pilot Licence). Lisensi tersebut umumnya baru bisa diperoleh pilot rata-rata dengan mengantongi 100-120 jam terbang. Dengan jam terbang yang demikian, pilot telah memiliki kemampuan mental dan pemahaman yang baik dalam dunia penerbangan. Setelah lisensi CPL, ada IR dan MER.

Semakin bagus lisensi yang dimiliki akan semakin baik pula peluang kerja di maskapai penerbangan, seperti lisensi MER bahwa pilot sudah dikatakan siap pakai. Lisensi memang menjadi pertimbangan bagi airline dalam menerima penerbang. Terutama yang baru mengambil program PPL (Private Pilot Licence), tenaganya belum banyak dibutuhkan oleh maskapai penerbangan karena kemampuan terbang relatif cetek. Inilah sebabnya dari lisensi yang tidak mendukung bisa menyebabkan pilot menganggur.

Pengetahuan terbang minim

Saat melamar pekerjaan di airline pilot juga harus mengikuti serangkaian tes terlebih dahulu, tidak jauh berbeda saat mendaftar di sekolah penerbangan pada masa sebelumnya. Dalam hal ini, pengetahuan dalam dunia penerbangan yang diperoleh siswa pilot tentu harus lebih mumpuni ketimbang baru mendaftar sebagai calon cadet. Hal ini akan menjadi penilaian pihak maskapai mendapatkan calon penerbang terbaik untuk menduduki posisi yang tersedia. Banyaknya pesaing juga menjadi bumerang dalam hal ini dan cadet yang pengetahuannya masih relaif rendah bersiap-siap tersingkirkan.

Akreditas sekolah kurang baik

Pertimbangan pihak airline dalam menerima penerbang juga tentunya dari latar belakang pendidikan, salah satunya akreditas sekolah. Jika siswa merupakan lulusan dari sekolah ternama, terfavorit, dan terkenal kualitasnya, besar peluang bagi cadet untuk diterima. Sebaliknya, kalau sekolah memiliki reputasi yang buruk entah itu dari sistem belajarnya yang kurang disiplin ataupun fasilitas sekolah tidak memadai, kemungkinan besar bisa menyebabkan kecilnya kesempatan untuk diterima di maskapai penerbangan. Dengan kata lain, kapabilitas siswa banyak dilihat dari segi kualitas sekolah sehingga tak mengherankan kalau lulusan dari institut yang punya akreditas kurang baik kerap kali kalah di medan perang.

Kesehatan tubuh tidak mendukung

Seperti yang telah dibahas pada uraian di atas bahwa untuk memperoleh posisi di maskapai penerbangan misalnya sebagai second officer, pilot harus mampu melewati serangkaian tes yang dilakukan oleh airline. Tidak hanya soal pengetahuan dan kemampuan terbang saja, tetapi juga kesehatan tubuh. Tanggung jawab pilot sangatlah besar terutama terhadap keselamatan penumpang. Inilah kenapa pilot harus memiliki kesehatan yang baik termasuk pula ketika membuat rencana penerbangan. Jelas bahwa kesehatan tubuh tidak mendukung juga merupakan satu masalah yang membuat pilot gagal dalam memperoleh posisi pekerjaan.

Ingat, kesehatan yang baik adalah salah satu syarat lulus masuk sekolah pilot. Makanya percuma jika di sekolah pilot bisa diluluskan meski kondisi kesehatan kurang mendukung karena pada akhirnya akan kesulitan mendapat pekerjaan di maskapai penerbangan. Kalau sudah begini, tentu cadet yang rugi.

Pilot menganggur usai lulus sekolah bisa saja terjadi karena beberapa faktor seperti di atas. Oleh karenanya perlu persiapan yang baik sebelum masuk sekolah penerbangan agar nantinya bisa menjadi lulusan berkualitas dan memungkinkan dalam memperoleh jenjang karir yang diimpikan.