Wanita Bisa Jadi Pilot, Asalkan…

Siapa sih yang tidak tertarik menggeluti profesi elit seperti pilot? Rata-rata orang tergiur dengan penghasilan tinggi sekaligus kesempatan berkeliling Indonesia bahkan luar negeri yang diperoleh ketika menjadi seorang penerbang. Namun, sebagian orang beranggapan kalau profesi elit ini hanya bagi pria tidak untuk wanita. Kenyataannya, kesempatan berkarir di dunia penerbangan bukan hanya dimiliki oleh pria melainkan juga wanita. Terbukti ada sejumlah wanita tangguh tanah air yang berprofesi sebagai pilot sebut saja Nurmala Dewi, Dyah Ayunda Pramuditha, Sarah Widyanti Kusuma, Patricia Yora, dan lain sebagainya. Apakah ingin menjadi pilot wanita selanjutnya? Anda sebagai wanita bisa jadi pilot, asalkan…

Siap jalani pendidikan semi militer

Untuk bisa menjadi penerbang, Anda harus siap menjalani pendidikan semi militer di sekolah pilot. Pendidikan semi militer adalah pendidikan yang menekankan kedisiplinan bagi para kadet. Dalam pendidikan ini, Anda bakal digembleng dengan aktivitas fisik yang berat dan tentunya menguras tenaga. Pendidikan semi militer ini biasanya hanya berlangsung selama 2 minggu saat baru menjadi kadet di sekolah pilot. Kendatipun cukup singkat, sebagai wanita kondisi ini tentunya sangat sulit dijalani apalagi teman-teman seperjuangan kebanyakan para pria. Namun, jika Anda sudah memiliki tekad yang kuat, semua itu bisa dilewati dengan penuh semangat.

Miliki tubuh yang ideal

Salah satu syarat yang harus Anda penuhi untuk menjadi pilot wanita adalah miliki tubuh yang ideal. Apakah Anda memilikinya? Untuk mengetahui ideal atau tidaknya tubuh Anda, silakan hitung dengan rumus berikut: Berat Badan (Kg) / Tinggi Badan (m) * Tinggi Badan (m). Jika hasilnya kurang dari 18, Anda harus berusaha untuk menaikkan berat badan. Langkah sederhananya adalah dengan minum susu, makan lebih sering, istirahat yang cukup, & jauhi stres. Jikalau hasilnya lebih dari 25, berusaha untuk menurunkan berat badan salah satunya adalah dengan melakukan diet sehat. Sebab, hasil untuk tubuh yang ideal adalah antara 18 – 25.

Punya mata yang sehat

Anda harus menjaga kesehatan mata jika ingin masuk sekolah penerbangan yang menjadi tahap awal menjadi seorang pilot. Mulai sekarang hindari gaya hidup buruk membaca buku sambil tiduran atau dengan lampu yang redup, menghadapi komputer/laptop dengan jarak yang terlampau dekat, atau kegiatan lainnya yang berdampak buruk terhadap kesehatan mata. Apabila mata sudah terlanjur rabun, langkah yang paling tepat adalah melakukan operasi Lasik sebelum mengikuti tes medex di Hatpen. Operasi ini memang sangat mahal (untuk 1 mata mencapai 15 jutaan), tapi hasil yang diperoleh cukup memuaskan.

Piawai dalam bahasa Inggris

Tak kalah penting dari itu, Anda juga dituntut piawai dalam membaca, menulis, mendengarkan, bahkan berkomunikasi bahasa Inggris yang dibuktikan dalam score TOEFL minimal 400 (beberapa sekolah pilot bahkan bisa lebih). Pertama, karena buku panduan kebanyakan memakai bahasa Inggris. Kedua, instrument pesawat berbahasa Inggris. Ketiga, bahasa pengantar di kelas biasanya dengan bahasa Inggris. Keempat, percakapan dengan pihak ATC nantinya setelah jadi pilot menggunakan bahasa Inggris. Itulah sebabnya mengapa para calon kadet baik pria maupun wanita harus pandai dalam bahasa Inggris. Kalau Anda masih merasa sangat kurang dalam bahasa Inggris, tidak ada jalan lain kecuali belajar dengan sungguh-sungguh selama beberapa bulan sebelum pendaftaran dilakukan.

Mencegah Konflik antar Kadet

Konflik antar kadet di sekolah pilot bisa berujung pada hukuman tertentu atau bahkan pemberhentian kadet dari pihak sekolah. Hal semacam ini sudah pasti sangat merugikan kadet sendiri karena selain mereka harus menanggung malu, mereka juga sudah menghilangkan kesempatan mereka untuk bisa menjadi pilot bila mereka sampai dikeluarkan dari sekolah. Btw, apakah Anda seorang kadet baru? Jika jawabannya iya, pastikan untuk menjaga sikap dan etika selama berada di pilot training guna mencegah konflik antar kadet. Selain itu, cegah pula masalah ini dengan melakukan hal-hal berikut:

Menghindari tindakan rasis

Rasis adalah suatu tindakan pelecehan berdasarkan perbedaan fisik, warna kulit, rambut, bahasa, dan lain sebagainya. Hal ini memang merupakan suatu tindakan ilegal yang harus dihindari oleh siapa pun juga karena dapat menimbulkan konflik berskala besar. Maka dari itu, jika ada kadet lain yang berasal dari negara lain atau daerah lain yang memiliki ciri fisik yang berbeda dari orang kebanyakan, jangan pernah menghina mereka karena mereka juga manusia dan berhak untuk sekolah di sekolah tersebut. Jika memang tidak suka kepadanya, cukup diam dan jaga jarak tapi jangan menunjukkan sikap tidak suka atau mengabaikannya. Ingat bahwa di sekolah pilot itu Anda belajar bukan bermusuhan dengan sesama pelajar.

Membuang jauh pikiran negatif tentang kadet lain

Ada kalanya pikiran negatif muncul ketika melihat kadet lain lebih dari diri sendiri, entah itu dari segi penampilan fisik, fasilitas yang dimiliki, kemampuan beradaptasi dan menerbangkan pesawat, dan lain sebagainya. Sebenarnya, rasa iri dan cemburu itu wajar tapi jangan jadikan perasaan tersebut berlebihan. Sebaliknya, jadikan perasaan itu sebagai pemecut semangat dan motivasi untuk bisa berada atau setingkat di atas kadet tersebut. Apabila kedua rasa tersebut terus menerus “dipelihara”, pikiran negatif akan semakin menjadi-jadi dan merugikan diri sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa hal ini akan berujung pada rasa benci yang lama kelamaan akan menjadi emosi. Sedikit saja timbul kesalahpahaman kepada kadet tersebut, perang mulut atau pun baku hantam bisa saja terjadi. Maka dari itu, buang jauh pikiran negatif tentang kadet lain. Jika memang iri dan cemburu, jangan biarkan perasaan ini menjadi-jadi.

Menunjukkan sikap sopan dan baik

Tidak semua kadet itu berusia sama. Ada yang memang masih di bawah 20 tahun dan ada juga yang sudah di atas 20 tahunan. Perbedaan usia ini seharusnya dijadikan alasan tepat untuk menghormati satu sama lain dan menunjukkan sikap sopan dan baik ke sesama peserta didik. Sebagai contoh, jika berpapasan dengan kadet lain yang lebih senior atau lebih muda tapi angkatannya berbeda di atas Anda, tetap berikan senyum atau setidaknya anggukkan kepala Anda. Jika dia yang menegur duluan, lakukan hal yang sama dan ajak ngobrol sepatah atau dua patah kata. Bagaimana jika kadet lain suka mengabaikan atau seolah-olah menjauhi Anda? Tidak perlu khawatir karena Anda cukup menunjukkan sikap sopan dan baik untuk mencairkan suasana dan melunakkan hati mereka. Lambat laun mereka akan capek sendiri dan Anda tidak akan rugi dengan kondisi ini. Jika Anda memikirkannya, cukup dipikirkan sekali saja, tidak perlu dipikirkan terus menerus karena hal tersebut hanya akan membuat Anda tertekan dan stres. Sadari bahwa ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan, yaitu pelajaran dan pelatihan Anda supaya bisa lulus tepat waktu dan meraih cita-cita yang diinginkan untuk menjadi seorang pilot.

Ini Alasan yang Membuat Anda Harus Pilih Sekolah Pilot yang Sudah Lama Berdiri

Saat ini telah banyak sekolah penerbangan berdiri baik negeri atau swasta, baik itu yang baru berdiri atau sudah lama. Banyaknya pilihan sekolah satu ini sudah pastinya membuat Anda merasa bingung untuk memilih sekolah mana yang berkualitas bagus. Hal ini wajar saja terjadi dikarenakan dari segi sekolah yang dipilih bisa menjadi upaya untuk mewujudkan impian Anda menjadi seorang pilot. Kenyataannya, tidak sedikit juga orang tua atau Anda lebih memilih masuk sekolah penerbangan yang baru berdiri. Salah satu alasannya dikarenakan biaya yang ditawarkan lebih murah. Memang hal ini sering kali dilakukan orang atau pihak sekolah termasuk sekolah pilot sebagai cara untuk menarik minat calon siswa/siswi agar mau masuk sekolah baru. Yang mesti Anda ketahui biaya murah belum tentu sekolah yang baru berdiri dapat memberikan sesuai dengan apa yang diharapkan atau inginkan seperti cepat lulus atau belajar dengan baik. Karena, tidak semua sekolah pilot yang baru berdiri dapat memenuhi kebutuhkan sekolah dengan cepat karena butuh tahapan terlebih dahulu. Jadi, untuk Anda yang ingin masuk sekolah penerbangan ini sebaiknya pilih sekolah pilot yang sudah lama berdiri. Mengapa? Untuk mengetahui lebih lanjut apa yang menjadi alasannya, berikut ini:

Sudah memiliki banyak pengalaman

Pengalaman merupakan hal yang berharga sehingga yang membuat Anda harus pilih sekolah pilot yang sudah lama berdiri karena sudah memiliki banyak pengalaman. Sekolah yang tidak memiliki pengalaman, bisa-bisa sekolah tidak dapat berdiri lama karena bingung apa yang harus dilakukan agar sekolah terus bangkit. Ada baiknya pilih sekolah pilot yang berdiri di atas 3 tahun. Sekolah dengan kriteria ini selain telah memiliki pengalaman, membuat Anda terhindar dari putus pendidikan dikarenakan ada sekolah pilot yang akhirnya tutup dikarenakan bangkrut. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin akhirnya pendidikan Anda akan terbengkalai.

Fasilitas yang tersedia lebih memadai

Fasilitas di sekolah pilot sangat  penting untuk menunjang proses belajar dan mengajar. Membuka sekolah penerbangan, membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga tidak semua sekolah bisa memenuhi fasilitas yang memadai seperti ruang belajar, asrama, pesawat latihan, simulator, dan lain sebagainya. Biasanya pihak sekolah akan memenuhi fasilitas secara bertahap terutama untuk sekolah pilot baru. Masuk sekolah pilot dengan fasilitas yang kurang memadai, bisa-bisa menghambat proses belajar dan latihan Anda. Dengan begitu, bisa membuat Anda lulus tidak tepat waktu. Lebih baik Anda masuk sekolah pilot yang sudah lama berdiri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena sekolah yang sudah lama berdiri biasanya fasilitas yang tersedia lebih memadai dibandingkan baru.

Lebih mudah dikenal di maskapai penerbangan

Biasanya masakapai penerbangan lebih memilih untuk merekrut calon pilot yang lulusan dari sekolah pilot terkenal. Semua ini dikarenakan pihak maskapai telah mengetahui bagaimana dengan kinerja dari para lulusan sekolah tersebut dibandingkan merekrut siswa dari lulusan sekolah yang identitasnya baru. Untuk itulah yang menjadi alasan Anda masuk sekolah pilot yang telah lama berdiri yaitu agar lebih mudah dikenal di maskapai penerbangan. Dengan cara ini, bukan tidak mungkin akan membuat Anda lebih mudah untuk mencari lapangan pekerjaan di maskapai penerbangan.

Jadi, saat Anda memutuskan untuk masuk sekolah pilot sebaiknya pilih-pilih terlebih dahulu. Selain itu, lebih baik masuk sekolah pilot yang telah lama berdiri dengan tujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Lulusan Pilot Terancam Menganggur, Mengapa?

Saat dilantik kelulusannya dari sekolah pilot, begitu bangga rasanya. Pendidikan selama kurang lebih satu tahun penuh telah dapat ditempuh dan dilalui dengan baik sehingga akhirnya mencapai tahap kelulusan. Namun tentu saja, pelantikan tersebut bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari sebuah perjuangan untuk mencapai karir di masa depan. Para lulusan sekolah pilot masih harus melamar pekerjaan di airline untuk mendapatkan posisi. Terkait dengan masalah peluang kerja, tahun-tahun lalu Indonesia selalu kekurangan pilot. Namun saat ini kerap terkabar bahwa lulusan pilot justru terancam menganggur. Benarkah demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak lebih lanjut uraian di bawah ini:

Lisensi tidak mendukung

Untuk dapat memenuhi kualifikasi airline, lisensi yang dipegang siswa pilot setelah lulus dari sekolah penerbangan setidaknya CPL (Commercial Pilot Licence). Lisensi tersebut umumnya baru bisa diperoleh pilot rata-rata dengan mengantongi 100-120 jam terbang. Dengan jam terbang yang demikian, pilot telah memiliki kemampuan mental dan pemahaman yang baik dalam dunia penerbangan. Setelah lisensi CPL, ada IR dan MER.

Semakin bagus lisensi yang dimiliki akan semakin baik pula peluang kerja di maskapai penerbangan, seperti lisensi MER bahwa pilot sudah dikatakan siap pakai. Lisensi memang menjadi pertimbangan bagi airline dalam menerima penerbang. Terutama yang baru mengambil program PPL (Private Pilot Licence), tenaganya belum banyak dibutuhkan oleh maskapai penerbangan karena kemampuan terbang relatif cetek. Inilah sebabnya dari lisensi yang tidak mendukung bisa menyebabkan pilot menganggur.

Pengetahuan terbang minim

Saat melamar pekerjaan di airline pilot juga harus mengikuti serangkaian tes terlebih dahulu, tidak jauh berbeda saat mendaftar di sekolah penerbangan pada masa sebelumnya. Dalam hal ini, pengetahuan dalam dunia penerbangan yang diperoleh siswa pilot tentu harus lebih mumpuni ketimbang baru mendaftar sebagai calon cadet. Hal ini akan menjadi penilaian pihak maskapai mendapatkan calon penerbang terbaik untuk menduduki posisi yang tersedia. Banyaknya pesaing juga menjadi bumerang dalam hal ini dan cadet yang pengetahuannya masih relaif rendah bersiap-siap tersingkirkan.

Akreditas sekolah kurang baik

Pertimbangan pihak airline dalam menerima penerbang juga tentunya dari latar belakang pendidikan, salah satunya akreditas sekolah. Jika siswa merupakan lulusan dari sekolah ternama, terfavorit, dan terkenal kualitasnya, besar peluang bagi cadet untuk diterima. Sebaliknya, kalau sekolah memiliki reputasi yang buruk entah itu dari sistem belajarnya yang kurang disiplin ataupun fasilitas sekolah tidak memadai, kemungkinan besar bisa menyebabkan kecilnya kesempatan untuk diterima di maskapai penerbangan. Dengan kata lain, kapabilitas siswa banyak dilihat dari segi kualitas sekolah sehingga tak mengherankan kalau lulusan dari institut yang punya akreditas kurang baik kerap kali kalah di medan perang.

Kesehatan tubuh tidak mendukung

Seperti yang telah dibahas pada uraian di atas bahwa untuk memperoleh posisi di maskapai penerbangan misalnya sebagai second officer, pilot harus mampu melewati serangkaian tes yang dilakukan oleh airline. Tidak hanya soal pengetahuan dan kemampuan terbang saja, tetapi juga kesehatan tubuh. Tanggung jawab pilot sangatlah besar terutama terhadap keselamatan penumpang. Inilah kenapa pilot harus memiliki kesehatan yang baik termasuk pula ketika membuat rencana penerbangan. Jelas bahwa kesehatan tubuh tidak mendukung juga merupakan satu masalah yang membuat pilot gagal dalam memperoleh posisi pekerjaan.

Ingat, kesehatan yang baik adalah salah satu syarat lulus masuk sekolah pilot. Makanya percuma jika di sekolah pilot bisa diluluskan meski kondisi kesehatan kurang mendukung karena pada akhirnya akan kesulitan mendapat pekerjaan di maskapai penerbangan. Kalau sudah begini, tentu cadet yang rugi.

Pilot menganggur usai lulus sekolah bisa saja terjadi karena beberapa faktor seperti di atas. Oleh karenanya perlu persiapan yang baik sebelum masuk sekolah penerbangan agar nantinya bisa menjadi lulusan berkualitas dan memungkinkan dalam memperoleh jenjang karir yang diimpikan.